Login

Latar Belakang

Populasi penduduk dunia meningkat sangat pesat selama paruh kedua abad ke dua puluh. Menurut PBB populasi dunia pada tahun 2005 telah mencapai 6,5 milyar, meningkat dua kali lipat lebih dari populasi dunia di tahun 1950. Konsekuensinya, kebutuhan pangan juga meningkat. Sementara itu,degradasi lahan terjadi di berbagai belahan bumi berkaitan perkembangan sosial ekonomi dan perubahan iklim. Degradasi lahan tersebut dapat menurunkan produksi pangan sampai 12 %. Kebutuhan pangan harus dapat dipenuhi meskipun sumberdaya alam semakin menurun kuantitasnya. Lahan yang produktif luasannya tidak bertambah, bahkan lahan untuk produksi pangan luasannya menurun. Menyempitnya lahan produktif yang dibarengi dengan keterbatasan air untuk pertanian,perikanan dan peternakan menuntut penggunaan sumberdaya secara bijaksana dan efisien untuk mewujudkan produksi pangan berkelanjutan. Sistem produksi pangan organik memanfaatkan tanah, air dan sumberdaya alam secara berkelanjutan.

Pemanfaatan sumberdaya alam secara efisien dapat dilakukan dengan meminimalkan hasil samping dan limbah pertanian dan perikanan. Manajemen limbah pertanian, peternakan, perikanan  dan hasil sampingnya (agriculture, animal production and  aquaculture waste and by product management) yang optimal akan menciptakan sistem pertanian,peternakan dan perikanan terpadu organik nir limbah. Limbah yang berasal dari tanaman berpotensi untuk dikonversi menjadi energi terbarukan, demikian juga limbah peternakan. Limbah kuakultur/perikanan dapat dimanfaatkan untuk menyediakan nutrien bagi tanaman, sehingga penggunaan bahan organik menjadi lebih efisien. Peningkatan efisiensi tersebut selaras dengan upaya untuk mereduksi pencemaran organik dan emisi karbon. Upaya tersebut akan lebih maksimal hasilnya dengan adanya kepedulian, kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Manajemen limbah pertanian, peternakan dan perikanan dan tidak digunakannya bahan non alami memberikan kontribusi dalam menjaga keseimbangan dan keberlanjutan ekosistem.

Masyarakat dapat diberdayakan melalui pengenalan dan peningkatan penguasaan teori dan praktik produksi pangan memanfaatkan sumberdaya hayati yang meliputi budidaya tanaman pangan, produksi ternak dan ikan terpadu yang dikemas dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Setelah lulus pelatihan para alumni mengembangkan wirausaha dan bisnis pangan organik dengan menerapkan pertanian, peternakan dan akuakultur organik terpadu nir limbah (biofarming). Pendekatan produksi pangan tersebut memperhatikan proses alami pada ekosistem lahan pertanian untuk menghasilkan produk berkualitas dan menjaga keberlanjutan produktivitas jangka panjang. Metode pertanian, hortikultur, akuakultur dan peternakan yang diterapkan bertujuan menghasilkan pangan organik yang bergizi, bebas dari residu bahan beracun dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Biofarming yang dikembangkan di Biofarming Training and Education Center (BiTEC) fokus pada pengembangan produksi pangan organik yang sehat. Dengan demikian para alumni pelatihan bersama-sama dengan BiTEC dan mitra serta jaringannya akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam memenuhi permintaan pangan organik yang terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan pangan yang bermanfaat bagi kesehatan.Sumberdaya alam dan iklim di Indonesia sangat potensial untuk pertanian, peternakan dan budidaya ikan (akuakultur) berkelanjutan. Potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan oleh sebab itu, perlu segera dikembangkan program yang tepat untuk memanfaatkannya. Pelatihan pertanian, peternakan dan akuakulutur organik terpadu nir limbah merupakan program alternatif yang dapat diterapkan untuk memproduksi pangan organik dengan memanfaatkan potesi sumberdaya alam yang tersedia.


top
WEB DESIGN © BiTECH. ALL RIGHTS RESERVED.
X